Remaja pengguna rokok memiliki risiko lebih besar mengalami gejala depresi ketimbang remaja bukan perokok
Hidayatullah.com—Merokok dianggap bisa meredakan stress. Namun, berdasarkan hasil penelitian, rokok justru dapat memperparah gejala depresi.
"Remaja yang menggunakan rokok untuk mengenyahkan perasaan cemas dan stres memiliki risiko lebih besar mengalami gejala depresi ketimbang remaja bukan perokok," kata profesor Jennifer O'Loughlin dari Universitas Montreal.
Guna mendukung pernyataan itu, diadakan uji coba yang melibatkan 662 remaja sekolah menengah atas. Mereka diminta mengisi kuesioner mengenai efek rokok terhadap pribadi mereka.
Para siswa diambil dari berbagai sekolah menengah atas, mulai dari sekolah di perkotaan, perdesaan, sekolah dengan siswa dengan tingkat ekonomi baik, sedang, dan rendah. Mereka lalu dibagi menjadi tiga kelompok, pertama siswa yang tak pernah merokok. Kedua, siswa yang merokok bukan untuk meredakan stres, tetapi memperbaiki mood, atau memperbaiki suasana hati. Ketiga siswa yang merokok untuk memperbaiki suasana hati.
Gejala depresi lalu diukur menggunakan skala dari pertanyaan, seberapa seringkah partisipan merasa letih melakukan kegiatan, mengalami kesulitan tidur, merasa sedih, atau depresi.
Hasil penelitian menemukan bahwa bukannya dapat memperbaiki suasana hati atau meredakan stres, melainkan merokok justru meningkatkan gejala depresi di kalangan remaja. [mi/hidayatullah.com]
Benz_Priest Blogs
XII-TKPJC SMK NEGERI 1 MAJALENGKA
Jumat, 03 September 2010
Jumat, 06 Agustus 2010
NETWORK ADMIN
Ancaman pembobolan ke dalam sistem jaringan tak hanya bersumber dari para peretas, orang dalam alias staf perusahaan itu sendiri pun bisa melakukannya.
Tentu saja hal ini membutuhkan suatu kesigapan dari seorang admin untuk menjaga sistem keamanan jaringan perusahaan agar tidak dijebol.
Berikut 11 hal yang menurut penulis dapat menjadi perhatian khusus bagi para admin agar kehandalan sistem keamanan jaringan perusahaan di mana Anda bekerja tetap terjaga:
1. Mudah tertipu dan terlalu percaya kepada pengguna/user Anda, terutama para staf wanita atau sahabat yang meminta pertolongan.
2. Gedung dan pintu akses masuk/keluar yang tidak aman.
3. Dokumen-dokumen dan disk atau peripheral komputer yang belum dihancurkan atau tidak hancur pada saat sudah dibuang ke tempat sampah dapat dibaca oleh pihak lain.
4. Password yang lemah atau bahkan sistem jaringan tidak menggunakan password sama sekali.
5. Pertahanan jaringan yang kurang kuat karena mungkin tidak ada firewall dan sebagainya.
6. Akses kontrol yang lemah, missing file dan beberapa akses yang tidak seharusnya diberikan kepada user yang tidak perlu.
7. Sistem yang tidak dilakukan patch.
8. Otentikasi dan information disclosure aplikasi web tidak dilakukan sembarangan.
9. Sistem wireless berjalan dengan setting default dan tanpa WEP, WPA atau WPA2, sangat riskan dan mudah untuk dijebol.
10. SNMP melakukan enable jaringan host dalam keadaan default atau hanya menggunakan mode guest untuk komunitasnya sehingga sangat mudah untuk dijebol.
11. Menggunakan firewall, router, remote access dan peralatan dial up dalam keadaan default atau password guest atau menggunakan password yang terlalu mudah, karena ini sebagai jalan masuk hacker ke dalam sistem.
Di bawah ini beberapa port yang sangat sering dilakukan penetrasi (hacking) oleh para peretas dan staf yang nakal untuk mencoba-coba menjebol sistem keamanan jaringan:
* TCP port 20 dan 21 FTP (File Transfer Protocol)
* TCP port 23 Telnet (Terminal Emulation)
* TCP port 25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
* TCP dan UDP port 53 DNS (Domain Name System)
* TCP port 80 dan 443 HTTP dan HTTPs (Hypertext Transfer Protocol)
* TCP port 110 POP3 (Post Office Protocol version 3)
* TCP dan UDP port 135 RPC
* TCP dan UDP port 137 – 139 NetBIOS over TCP/IP
* TCP dan UDP port 161 SNMP (Simple Network Management Protocol)
Demikian, semoga beberapa informasi ini dapat dijadikan referensi bagi kalangan admin jaringan untuk lebih peduli dalam mengamankan sistem jaringan dan komputer mereka.
Lanjut: http://www.hong.web.id/tips-and-trick/apa-kelemahan-yang-kerap-tidak-disadari-admin-jaringan/#ixzz0vtTkpvLF
Tentu saja hal ini membutuhkan suatu kesigapan dari seorang admin untuk menjaga sistem keamanan jaringan perusahaan agar tidak dijebol.
Berikut 11 hal yang menurut penulis dapat menjadi perhatian khusus bagi para admin agar kehandalan sistem keamanan jaringan perusahaan di mana Anda bekerja tetap terjaga:
1. Mudah tertipu dan terlalu percaya kepada pengguna/user Anda, terutama para staf wanita atau sahabat yang meminta pertolongan.
2. Gedung dan pintu akses masuk/keluar yang tidak aman.
3. Dokumen-dokumen dan disk atau peripheral komputer yang belum dihancurkan atau tidak hancur pada saat sudah dibuang ke tempat sampah dapat dibaca oleh pihak lain.
4. Password yang lemah atau bahkan sistem jaringan tidak menggunakan password sama sekali.
5. Pertahanan jaringan yang kurang kuat karena mungkin tidak ada firewall dan sebagainya.
6. Akses kontrol yang lemah, missing file dan beberapa akses yang tidak seharusnya diberikan kepada user yang tidak perlu.
7. Sistem yang tidak dilakukan patch.
8. Otentikasi dan information disclosure aplikasi web tidak dilakukan sembarangan.
9. Sistem wireless berjalan dengan setting default dan tanpa WEP, WPA atau WPA2, sangat riskan dan mudah untuk dijebol.
10. SNMP melakukan enable jaringan host dalam keadaan default atau hanya menggunakan mode guest untuk komunitasnya sehingga sangat mudah untuk dijebol.
11. Menggunakan firewall, router, remote access dan peralatan dial up dalam keadaan default atau password guest atau menggunakan password yang terlalu mudah, karena ini sebagai jalan masuk hacker ke dalam sistem.
Di bawah ini beberapa port yang sangat sering dilakukan penetrasi (hacking) oleh para peretas dan staf yang nakal untuk mencoba-coba menjebol sistem keamanan jaringan:
* TCP port 20 dan 21 FTP (File Transfer Protocol)
* TCP port 23 Telnet (Terminal Emulation)
* TCP port 25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
* TCP dan UDP port 53 DNS (Domain Name System)
* TCP port 80 dan 443 HTTP dan HTTPs (Hypertext Transfer Protocol)
* TCP port 110 POP3 (Post Office Protocol version 3)
* TCP dan UDP port 135 RPC
* TCP dan UDP port 137 – 139 NetBIOS over TCP/IP
* TCP dan UDP port 161 SNMP (Simple Network Management Protocol)
Demikian, semoga beberapa informasi ini dapat dijadikan referensi bagi kalangan admin jaringan untuk lebih peduli dalam mengamankan sistem jaringan dan komputer mereka.
Lanjut: http://www.hong.web.id/tips-and-trick/apa-kelemahan-yang-kerap-tidak-disadari-admin-jaringan/#ixzz0vtTkpvLF
CARA MENGAKTIFKAN WI-FI
1. Aktifkan Wi-Fi
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.
2. Buat Jaringan Wi-Fi
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.
6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.
2. Buat Jaringan Wi-Fi
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.
6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.
JARINGAN LOCAL NIRKABEL (WIRELESS)
Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
SEJARAH
WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di 2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun, di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama. Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota dengan internet nirkabel. Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya 30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap kontrol akses berada di PC orang tua). Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti tidak mungkin.
KEKURANGAN
Masalah kurangnya keamanan dari hubungan nirkabel telah menjadi topik perdebatan. Sistem keamanan yang digunakan oleh WLAN awalnya adalah WEP, tetapi protokol ini hanya menyediakan keamanan yang minimum dikarenakan kekurangannya yang serius. Pilihan lainnya adalah WPA, SSL, SSH, dan enkripsi piranti lunak lainnya.
KEAMANAN
ada jaringan kabel, satu dapat sering, pada beberapa derajat, akses tutup ke jaringan secara fisik. Jarak geografi dari jaringan nirkabel akan secara signifikan lebih besar lebih sering daripada kantor atau rumah yang dilingkupi; tetangga atau pelanggar arbritrary mungkin akan dapat mencium seluruh lalu lintas dan and mendapat akses non-otoritas sumber jaringan internal sebagaimana internet, secara mungkin mengirim spam or melakukan kegiatan illegal menggunakan IP address pemilik, jika keamanan tidak dibuat secara serius.
Beberapa advocate akan melihat seluruh titik akses tersedia secara terbuka available untuk umum, dengan dasar bahwa semua orang akan mendapat manfaat dari mendapat ketika berlalu lintas online.
MODE DARI OPERATION
Peer-to-peer atau mode ad-hoc Mode ini adalah metode dari perangkat nirkabel untuk secara langsung mengkomunikasikan dengan satu dan lainnya. Operasi di mode ad-hoc memolehkan perangkat nirkabel dengan jarak satu sama lain untuk melihat dan berkomunikasi dalam bentuk peer-to-peer tanpa melibatkan titik akses pusat. mesh Ini secara tipikal digunakan oleh dua PC untuk menghubungkan diri, sehingga yang lain dapat berbagi koneksi Internet sebagai contoh, sebagaimana untuk jaringan nirkabel. Jika kamu mempunyai pengukur kekuatan untuk sinyal masuk dari seluruh perangkat ad-hoc pegukur akan tidak dapat membaca kekuatan tersebut secara akuratr, dan dapat misleading, karena kekuatan berregistrasi ke sinyal terkuat, seperti computer terdekat.
TITIK AKSES/KLIENT
Paling umum adalah titik akses melalui kabel ke internet, dan kemudian menghubungi klien nirkabel (tipikalnya laptops) memasuki Internet melalui titik akses. Hampir seluruh komputer dengan kartu nirkabel dan koneksi kabel ke internet dapat di-set up sebagai Titik Akses, tetapi sekarang ini satu dapat membeli kotak bersangkutan dengan murah. Kotak-kotak ini biasanya berbentuk seperti hub atau router dengan antena, jembatan jaringan nirkabel atau jaringan ethernet kabel. Administrasi dari titik akses (sepeti setting SSID, memasang enkrypsi, dll) biasanya digunakan melalui antarmuka web atau telnet.
Jaringan rumah tipikalnya mempunyai sebuah akses stand-alone tersambung kabel misalnya melalui koneksi ADSL, sementara hotspots dan jaringan profesional (misalnya menyediakan tutup nirkabel dalam gedung perkantoran) tipikalnya akan mempunyai titik akses banyak, ditempatkan di titik strategis.
DALAM PENGAMATAN
Beberapa kartu jaringan nirkabel dapat diset up untuk to memonitor sebuah jaringan dengan menghubungkan ke titik akses atau berkomunikasi sendiri. Hal ini dapat digunakan untuk membersihkan penciuman-activitas teks, atau to enkripsi crack.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
SEJARAH
WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di 2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun, di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama. Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota dengan internet nirkabel. Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya 30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap kontrol akses berada di PC orang tua). Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti tidak mungkin.
KEKURANGAN
Masalah kurangnya keamanan dari hubungan nirkabel telah menjadi topik perdebatan. Sistem keamanan yang digunakan oleh WLAN awalnya adalah WEP, tetapi protokol ini hanya menyediakan keamanan yang minimum dikarenakan kekurangannya yang serius. Pilihan lainnya adalah WPA, SSL, SSH, dan enkripsi piranti lunak lainnya.
KEAMANAN
ada jaringan kabel, satu dapat sering, pada beberapa derajat, akses tutup ke jaringan secara fisik. Jarak geografi dari jaringan nirkabel akan secara signifikan lebih besar lebih sering daripada kantor atau rumah yang dilingkupi; tetangga atau pelanggar arbritrary mungkin akan dapat mencium seluruh lalu lintas dan and mendapat akses non-otoritas sumber jaringan internal sebagaimana internet, secara mungkin mengirim spam or melakukan kegiatan illegal menggunakan IP address pemilik, jika keamanan tidak dibuat secara serius.
Beberapa advocate akan melihat seluruh titik akses tersedia secara terbuka available untuk umum, dengan dasar bahwa semua orang akan mendapat manfaat dari mendapat ketika berlalu lintas online.
MODE DARI OPERATION
Peer-to-peer atau mode ad-hoc Mode ini adalah metode dari perangkat nirkabel untuk secara langsung mengkomunikasikan dengan satu dan lainnya. Operasi di mode ad-hoc memolehkan perangkat nirkabel dengan jarak satu sama lain untuk melihat dan berkomunikasi dalam bentuk peer-to-peer tanpa melibatkan titik akses pusat. mesh Ini secara tipikal digunakan oleh dua PC untuk menghubungkan diri, sehingga yang lain dapat berbagi koneksi Internet sebagai contoh, sebagaimana untuk jaringan nirkabel. Jika kamu mempunyai pengukur kekuatan untuk sinyal masuk dari seluruh perangkat ad-hoc pegukur akan tidak dapat membaca kekuatan tersebut secara akuratr, dan dapat misleading, karena kekuatan berregistrasi ke sinyal terkuat, seperti computer terdekat.
TITIK AKSES/KLIENT
Paling umum adalah titik akses melalui kabel ke internet, dan kemudian menghubungi klien nirkabel (tipikalnya laptops) memasuki Internet melalui titik akses. Hampir seluruh komputer dengan kartu nirkabel dan koneksi kabel ke internet dapat di-set up sebagai Titik Akses, tetapi sekarang ini satu dapat membeli kotak bersangkutan dengan murah. Kotak-kotak ini biasanya berbentuk seperti hub atau router dengan antena, jembatan jaringan nirkabel atau jaringan ethernet kabel. Administrasi dari titik akses (sepeti setting SSID, memasang enkrypsi, dll) biasanya digunakan melalui antarmuka web atau telnet.
Jaringan rumah tipikalnya mempunyai sebuah akses stand-alone tersambung kabel misalnya melalui koneksi ADSL, sementara hotspots dan jaringan profesional (misalnya menyediakan tutup nirkabel dalam gedung perkantoran) tipikalnya akan mempunyai titik akses banyak, ditempatkan di titik strategis.
DALAM PENGAMATAN
Beberapa kartu jaringan nirkabel dapat diset up untuk to memonitor sebuah jaringan dengan menghubungkan ke titik akses atau berkomunikasi sendiri. Hal ini dapat digunakan untuk membersihkan penciuman-activitas teks, atau to enkripsi crack.
Selasa, 13 Juli 2010
KONSEP DATABASE DAN TABEL
Konsep Database dan Tabel
Database merupakan sekumpulan data yang saling terintegrasi satu sama lain dan terorganisasi berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu dan tersimpan pada sebuah hardware komputer. Database terdiri dari beberapa tabel yang saling terorganisasi. Tabel digunakan untuk menyimpan data dan terdiri dari baris dan kolom. Setiap pemakian atau user yang diberikan wewenang saja yang dapat melakukan akses terhadap data tersebut.
NIM Nama TGL Lahir Alamat
03.01.1123 Ruth Damayanthi P.Raya,20/09/1983 Jl.Rajawali I No 7
03.01.0564 Rita Djaila Kendari,10/10/1982 Jl.Yos Sudarso III No1
03.01.8888 Arif Sampit,20/06/1983 Jl.Nyai Balau N0 54A
Keterangan :
Kolom : Setiap tabel terdiri dari beberapa kolom, kolom biasanya disebut juga field.
Baris : Baris dalam tabel menggambarkan jumlah data yang ada. Oleh karena itu, satu baris disebut juga dengan satu record.
II. Perintah SQL Standar dalam SQL Server 2000Berikut beberapa perintah dan fungsi yang sering digunakan di dalam Transcat SQL.
Perintah
Create Database = Membuat Database
Alter Database = Mengubah Database
Drop Database = Menghapus Database
Create Tabel = Membuat Database
Alter Tabel = Mengubah Tabel
Drop Tabel = Menghapus Tabel
Create View = Membuat View
Alter View = Mengubah View
Drop View = Menghapus View
Create Procedure = Membuat stored Procedure
Alter Procedure = Mengubah stored Procedure
Drop Procedure = Menghapus stored Procedure
Create Trigger = Membuat Trigger
Alter Trigger = Mengubah Trigger
Drop Trigger = Menghapus Trigger
Create Index = Membuat Index
Drop Index = Menghapus Index
Select = Menampilkan data dari tabel
Commit = Menuliskan perubahan ke dalam disk
Rollback = Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah Commit
yang terakhir
Berikutnya beberapa fungsi yang sering digunakan didalam Transact SQL yang ada :
Fungsi
SUM ( ) Menjumlahkan Record
AVG ( ) Rata-rata nilai
MAX ( ) Untuk menampilkan nilai terbesar
MIN ( ) Untuk menampilkan nilai terkecil
Count ( ) Menghitung jumlah Record
Sysdate ( ) Menampilkan tanggal pada sistem
III. Dasar-dasar SQL
DDL (Data Definition Language) yang mana perintah-perintah dasar SQL yang termasuk didalamnya adalah :
Perintah
Create Tabel = Membuat Tabel
Create Index = Membuat IndeX
Alter Tabel = Mengubah Tabel
Drop Tabel = Menghapus Tabel
Drop Index = Menghapus Index
Grant = Memberikan hak akses
Revoke = Menghapus hak akses
DML (Data Manipulation Language) yang mana perintah-perintah dasar SQL yang termasuk didalamnya adalah :
Perintah
Select = Menampilkan record dari tabel atau view
Insert = Menyisipkan record kedalam tabel
Update = Mengubah record dalam tabel
Delete = Menghapus record dari tabel
Commit = Menuliskan perubahan dalam disk
Rollback = Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah Commit yang terakhir.
Data Manipulation Language (DML)
I. Insert
Perintah Insert digunakan untuk menyisipkan record kedalam tabel/view. Penyisipan pada record kedalam tabel bisa dilakukan secara penuh penuh, artinya setiap filed yang ada pada tabel/view dalam satu record diisi semua atau hanya pada filed-filed tertentu. Penyisipan record secara penuh atau hanya sebagaian tergantung pada constraint yang diberikan pada tabel/view ketika pertama kali dibuat. Berikut perintah dasar untuk menyisipkan record:
Insert Into nama_tabel (field1, field2,…… fieldn)
Values (‘value1’,’value2’,’……value_n’)
Atau
Insert Into nama-tabel
Values (‘value1’,’value2’,’……value_n’)
Contoh :
Insert into Mahasiswa (Nama, NIM, Alamat)
Values (‘Mutia’,’DBC106091’,’Jl.garuda’)
II. Update
Update berfungsi untuk mengubah data yang ada didalam sebuah baris tanpa harus hapus semua data yang ada pada baris tersebut data yang hendak di ubah sesuai dengan perintah yang ada.
Update nama_tabel
Set assigment
Where p
Contoh :
Update Dosen
Set nama_dos = ‘Prof’ + nama_dos
Where kode_dos = 2
III. Delete
Delete berfungsi untuk menghapus data yang berada dalam sebuah tabel yang ada.
Delete
From nama_tabel
Where p
Contoh :
Delete
From kuliah
Where kode_kul like ‘MA%’
Dimana maksudnya data yang akan dihapus ada didalam tabel kuliah dimana yang akan dihapus semua mata kuliah yang memiliki huruf depan MA.
IV. Select
Sedangkan untuk melihat hasil dari penyisipan yang dilakukan dengan
perintah Insert dapat menggunakan perintah Select yang mana penulisannya
sebagai berikut :
Select * from nama_tabel
o Agar artibut ditampilkan unik dapat digunakan perintah distinct
Select distinct nama_mhs
From Mahasiswa
o Untuk menampilkan data dalam bentuk range nilai tertentu dapat digunakan
perintah between.
Where nilai between 50 and 60
Dimana akan menampilkan data yang memilik nilai dari 50 sampai nilai 60.
o Untuk menampilkan atribut yang berupa tipe data string atau varchar.
Select *
From Mahasiswa
Where nama like ‘A%’
Yang mana dinyatakan ‘A%’ akan menampilkan data nama mahasiswa yang
memiliki huruf depannya A saja.
Where nama like ‘_A%’
Digunakan untuk mencari karakter keduanya dengan huruf A.
o Untuk melakukan query terhadap dua tabel.
Select *
From kuliah, dosen
Where kuliah.kode_Dos = dosen.kode_dos
Disini tabel yang akan ditampilkan adalah dua tabel yang berupa tabel
kuliah dan tabel dosen.
o Untuk melakukan Sorting
Order by nama_artibut [asc/desc]
Contoh :
Select * From Mahasiswa
Order by nama_mhs asc
Dimana perintah asc merupakan untuk menampilkan data
secara ascending sedangkan desc untuk menampilkan data secara descending.
Aritmatika
Perhitungan aritmatika dapat dilakukan dengan menggunakan * / + - seperti yang digunakan pada umumnya.
Macam-macam fungsi dalam SQL sebagai berikut :
*AVG
AVG digunakan untuk mencari rata-rata dari suatu artibut yang ada dengan
sintaks sebagai berikut :
select avg(atribut)
from nama_tabel
Nilai perbandingan adalah hasil dari query yang baru. Dengan contoh sebagai berikut :
Select avg (sks)
From kuliah
*MAX
MAX digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sebuah atribut yang ada
dengan sintaks sebagai berikut :
select max (atribut)
from nama_tabel
*MIN
MIN digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sebuah atribut yang ada
dengan sintaks sebagai berikut :
select min(atribut)
from nama_tabel
*COUNT
COUNT digunakan untuk menghitung banyaknya record yang ada didalam tabel
dengan kualifikasi tertentu. Yang mana memiliki sintaks sebagai berikut :
select count(*)
from nama_tabel
Yang mana tanda bintang yang ada didalam tanda kurung menyatakan bahwa atribut
yang akan dihitung jumlah recordnya adalah semua atribut yang ada didalam
table tersebut. Tapi bila kita hanya akan menghitung atribut tertentu
saja kita dapat menuliskan nama atribut itu saja seperti berikut :
select count (nama)
from mahasiswa
*SUM
SUM digunakan untuk menampilkan nilai total dari atribut numerik
dengan sintaks sebagai berikut :
select sum(atribut)
from nama_tabel
where p
*GROUP BY
Fungsi menyeleksi himpunan yang terhitung berdasarkan fungsi spesifik
seperti AVG, COUNT, atau lainya denga sintaks sebagai berikut :
Select nim, count (*)
From mahasiswa
Group by nim
*GROUP BY ..... HAVING....
Having berlaku untuk kelompok query Group by dan berfungsi seperti Where.
Hanya group yang mempunyai kriteria tersebut yang akan diproses. Berikut
ini contohnya :
Select nim, AVG (nilai)
From mahasiswa
Group by nim Having AVG (nilai) > 80
*JOIN
Join adalah tehnik yang digunakan untuk mengakses lebih dari satu tabel
dan menggabungkan hasilnya. Perhatikan contohnya dibawah ini :
Select nim, mahasiswa.nama, grade
From kuliah, mahasiswa
Where kuliah.nim = mahasiswa.nim
Membuat View dalam Database
View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.
View mengizinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View memungkinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu, dan bahkan bisa diekspor ke dalam aplikasi lain.
Membuat View
Bentuk umum untuk membuat view melalui query analyzer adalah :
Create View nama_view as select kolom_1,kolom_2,...,kolom_n from nama_tabel where predikat
Contoh :
Create view ViewMahasiswa as select nim,nama from Mahasiswa
Menjalankan View
Untuk menjalakan perintah view yang ada menggunakan perintah Select
Contoh :
Select nim, nama from ViewMahasiswa
Menghapus View
Untuk menghapus view, digunakan perintah Drop
Contoh :
Drop view ViewMahasiswa
Membuat View dengan Beberapa Tabel
Untuk membuat view dengan beberapa tabel kita dapat melakukannya dengan menggunakan sebuah join yang sederhana dengan contoh sintaks sebagai berikut ini :
Create view ViewDosenPA as
Select mhs.nim, mhs.nama, dos.nama_dosen
From Mahasiswa mhs, Dosen dos
Where mhs.Dosen_PA = dos.nip_dosen
Updating dan Insert Data dalam View
Update dapat dilakukan ke dalam view dengan memberikan nilai seperti pada insert dan update tabel. Namun perlu diperhatikan “Nol Null” option dan constraint lainnya sebelum memasukkan nilai ke dalam view.
Contoh :
Update ViewMahasiswa
Set Nama_mhs = ‘Budi’
Where Nama_mhs = ‘Andi’
Batasan Manipulasi melalui View
Pada view dapat dilakukan insert, update, serta delete dengan beberapa limitasi, yaitu :
Tidak dapat memasukkan record baru jika mengabaikan Not Null pada basis tabel dari view tersebut.
Tidak dapat melakukan insert atau update jika salah satu kolom dalam view merupakan hasil kalkulasi atau hasil nilai balik fungsi.
Tidak dapat melakukan insert, update, atau delete jika dalam view terdapat perintah Group by atau Distinct.
Stored Procedure
Stored procedure adalah kumpulan perintah SQL yang diberi nama dan disimpan di server. Stored procedure akan meningkatkan performansi database, meningkatkan sekuritas database, dan memungkinkan membuat program untuk database. Stored procedure dapat menjalakan beberapa perintah yang mana tergantung dari pendeklarasian, bisa menerima parameter input, bisa menghasilkan parameter output, bisa memanggil prosedur lain dan bisa mengembalikan nilai integer.
• Membuat stored procedure dengan mengklik kanan folder stored procedure dan mengklik new stored procedure.
• Kemudian ketik perintah pada kotak dialog yang tersedia dengan sintak sebagai berikut :
Create Procedure nama_procedure as
Begin
Select * from Mahasiswa
End
• Dalam pembuatan stored procedure ada juga prosedur dengan parameter yang dapat dilakukan dengan menentukan nama tiap tipe data parameter.
Contoh:
Create Procedure in_Mhs as (@Nama as varchar(20),@NIM as varchar(9),@Alamat as varchar(25),@Status as bit)
As begin
Select * from Mahasiswa
End
• Sedangkan untuk menjalankan stored procedure yang sudah dibuat dengan mengetikkan exec nama_procedure. Apabila memiliki parameter , maka setelah nama procedure sertakan juga dengan nilai parameter yang ada.
• Untuk mengubah stored procedure dapat menggunakan perintah Alter Procedure yang digunakan untuk mengubah isi stored procedure yang didefinisikan user cara penulisannya mirip dengan Create Procedure.
Dengan sintaks sebagai berikut :
Alter Procedure in_Mhs as (@Nama as varchar(20),@NIM as varchar(9),@Alamat as varchar (25),@Status as bit,@DosenPA as varchar(50))
As begin
Select * from Mahasiswa
End
• Untuk menghapus stored procedure dipakai perintah Drop Procedure perintah ini menghapus stored procedure yang didefinisikan user.
Dengan sintaks sebagai berikut :
Drop Procedure in_Mhs
Trigger
Trigger adalah sekumpulan perintah Transct-SQL yang mana otomatis dijalankan apabila ada perintah Insert, Delete atau Update yang dijalankan didalam tabel. Aplikasi utama dari Trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses kedalam database.
Aplikasi yang dapat dilakukan yang dapat dilakukan oleh trigger di antaranya adalah :
Membuat isi dalam kolom yang di ambil dari kolom yang lain.
Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel.
Membuat log untuk mendaftar penggunaan tabel.
Mengupdate tabel-tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif.
Bentuk umum mendeklarasikan trigger adalah :
Create Trigger nama_trigger ON nama_tabel
For Insert, Update, Delete
As
Declare
-
Pengaktifan trigger akan tergantung pada event yang dipilih :
1. For Insert : trigger aktif pada saat record baru ditambahkan
2. For Update : trigger aktif pada saat record diubah
3. For Delete : trigger aktif pada saat record dihapus
Untuk mengubah trigger yang ada dengan menggunakan perintah alter yang mana sebagai berikut :
Alter Trigger nama_trigger ON nama_tabel
For Insert, Update, Delete
As
Declare
Sedangkan untuk menghapus trigger yang sudah dibuat adalah sebagai berikut :
Drop Trigger nama_trigger
Contoh :
Create Trigger Insert_peserta on Praktikum
For Insert
As
Update kls_praktikum
Set peserta = peserta + insert.daftarprak
From kls_praktikum, Insert
Where kls_praktikum.kode_kls = insert.kode_kls
Transaksi
Transaksi adalah sebuah unit kerja logis yang berisi sekumpulan perintah. Setiap database SQL Server mempunyai sebuah log transaksi yang mencatat semua transaksi dan memodifikasi database yang dibuat transaksi. Log tersebut mendukung tiga operator :
Proses recovery dari tansaksi-transaksi tunggal. Jika sebuah aplikasi menjalankan perintah roolback atau SQL server mendeteksi sebuah kesalahan, record-record dalam log dipakai untuk kembali ke data sebelum transaksi dimulai.
Proses recovery semua transaksi yang belum selesai pada saat SQL server dimulai.
Mengembalikan database ke keadaan semula setelah terjadi kegagalan.
Sebuah transaksi harus memenuhi empat kriteria yang dikenal dengan properti ACID yaitu singkatan dari atomicity, consistency, isolation dan durability yang mana memiliki pengertian sebagai berikut :
Atomicity artinya semua modifikasi dalam sebuah transaksi dianggap sebagai satu kesatuan, semua modifikasi akan berhasil atau berhasil atau semua akan gagal.
Consistency artinya semua data dalam keada konsisten. Integritas data dijaga setelah transaksi selesai, baik berhasil atau gagal.
Isolation artinya efek dari setiap transaksi sama dengan jika hanya ada transaksi tersebut di dalam sistem, modifikasi oleh sebuah transaksi diisolasi oleh modifikasi yang dilakukan oleh transaksi lain.
Durability artinya sekali transaksi dicommit efek dari transaksi akan bersifat permanen di dalam database.
Sintaks pembuatan manajemen transaksi:
Begin tran transaction_name
Commit tran transaction_name
Rollback tran transaction_name
Begin tran menyatakan titik awal data yang diacu oleh sebuah koneksi secara logis dan secara fisik konsisten. Commit tran menyatakan titik akhir dari transaksi tersebut. Sedangkan Rollback tran untuk membatalkan transaksi yang ada bila ada kesalah dari modifikasi.
Database merupakan sekumpulan data yang saling terintegrasi satu sama lain dan terorganisasi berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu dan tersimpan pada sebuah hardware komputer. Database terdiri dari beberapa tabel yang saling terorganisasi. Tabel digunakan untuk menyimpan data dan terdiri dari baris dan kolom. Setiap pemakian atau user yang diberikan wewenang saja yang dapat melakukan akses terhadap data tersebut.
NIM Nama TGL Lahir Alamat
03.01.1123 Ruth Damayanthi P.Raya,20/09/1983 Jl.Rajawali I No 7
03.01.0564 Rita Djaila Kendari,10/10/1982 Jl.Yos Sudarso III No1
03.01.8888 Arif Sampit,20/06/1983 Jl.Nyai Balau N0 54A
Keterangan :
Kolom : Setiap tabel terdiri dari beberapa kolom, kolom biasanya disebut juga field.
Baris : Baris dalam tabel menggambarkan jumlah data yang ada. Oleh karena itu, satu baris disebut juga dengan satu record.
II. Perintah SQL Standar dalam SQL Server 2000Berikut beberapa perintah dan fungsi yang sering digunakan di dalam Transcat SQL.
Perintah
Create Database = Membuat Database
Alter Database = Mengubah Database
Drop Database = Menghapus Database
Create Tabel = Membuat Database
Alter Tabel = Mengubah Tabel
Drop Tabel = Menghapus Tabel
Create View = Membuat View
Alter View = Mengubah View
Drop View = Menghapus View
Create Procedure = Membuat stored Procedure
Alter Procedure = Mengubah stored Procedure
Drop Procedure = Menghapus stored Procedure
Create Trigger = Membuat Trigger
Alter Trigger = Mengubah Trigger
Drop Trigger = Menghapus Trigger
Create Index = Membuat Index
Drop Index = Menghapus Index
Select = Menampilkan data dari tabel
Commit = Menuliskan perubahan ke dalam disk
Rollback = Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah Commit
yang terakhir
Berikutnya beberapa fungsi yang sering digunakan didalam Transact SQL yang ada :
Fungsi
SUM ( ) Menjumlahkan Record
AVG ( ) Rata-rata nilai
MAX ( ) Untuk menampilkan nilai terbesar
MIN ( ) Untuk menampilkan nilai terkecil
Count ( ) Menghitung jumlah Record
Sysdate ( ) Menampilkan tanggal pada sistem
III. Dasar-dasar SQL
DDL (Data Definition Language) yang mana perintah-perintah dasar SQL yang termasuk didalamnya adalah :
Perintah
Create Tabel = Membuat Tabel
Create Index = Membuat IndeX
Alter Tabel = Mengubah Tabel
Drop Tabel = Menghapus Tabel
Drop Index = Menghapus Index
Grant = Memberikan hak akses
Revoke = Menghapus hak akses
DML (Data Manipulation Language) yang mana perintah-perintah dasar SQL yang termasuk didalamnya adalah :
Perintah
Select = Menampilkan record dari tabel atau view
Insert = Menyisipkan record kedalam tabel
Update = Mengubah record dalam tabel
Delete = Menghapus record dari tabel
Commit = Menuliskan perubahan dalam disk
Rollback = Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah Commit yang terakhir.
Data Manipulation Language (DML)
I. Insert
Perintah Insert digunakan untuk menyisipkan record kedalam tabel/view. Penyisipan pada record kedalam tabel bisa dilakukan secara penuh penuh, artinya setiap filed yang ada pada tabel/view dalam satu record diisi semua atau hanya pada filed-filed tertentu. Penyisipan record secara penuh atau hanya sebagaian tergantung pada constraint yang diberikan pada tabel/view ketika pertama kali dibuat. Berikut perintah dasar untuk menyisipkan record:
Insert Into nama_tabel (field1, field2,…… fieldn)
Values (‘value1’,’value2’,’……value_n’)
Atau
Insert Into nama-tabel
Values (‘value1’,’value2’,’……value_n’)
Contoh :
Insert into Mahasiswa (Nama, NIM, Alamat)
Values (‘Mutia’,’DBC106091’,’Jl.garuda’)
II. Update
Update berfungsi untuk mengubah data yang ada didalam sebuah baris tanpa harus hapus semua data yang ada pada baris tersebut data yang hendak di ubah sesuai dengan perintah yang ada.
Update nama_tabel
Set assigment
Where p
Contoh :
Update Dosen
Set nama_dos = ‘Prof’ + nama_dos
Where kode_dos = 2
III. Delete
Delete berfungsi untuk menghapus data yang berada dalam sebuah tabel yang ada.
Delete
From nama_tabel
Where p
Contoh :
Delete
From kuliah
Where kode_kul like ‘MA%’
Dimana maksudnya data yang akan dihapus ada didalam tabel kuliah dimana yang akan dihapus semua mata kuliah yang memiliki huruf depan MA.
IV. Select
Sedangkan untuk melihat hasil dari penyisipan yang dilakukan dengan
perintah Insert dapat menggunakan perintah Select yang mana penulisannya
sebagai berikut :
Select * from nama_tabel
o Agar artibut ditampilkan unik dapat digunakan perintah distinct
Select distinct nama_mhs
From Mahasiswa
o Untuk menampilkan data dalam bentuk range nilai tertentu dapat digunakan
perintah between.
Where nilai between 50 and 60
Dimana akan menampilkan data yang memilik nilai dari 50 sampai nilai 60.
o Untuk menampilkan atribut yang berupa tipe data string atau varchar.
Select *
From Mahasiswa
Where nama like ‘A%’
Yang mana dinyatakan ‘A%’ akan menampilkan data nama mahasiswa yang
memiliki huruf depannya A saja.
Where nama like ‘_A%’
Digunakan untuk mencari karakter keduanya dengan huruf A.
o Untuk melakukan query terhadap dua tabel.
Select *
From kuliah, dosen
Where kuliah.kode_Dos = dosen.kode_dos
Disini tabel yang akan ditampilkan adalah dua tabel yang berupa tabel
kuliah dan tabel dosen.
o Untuk melakukan Sorting
Order by nama_artibut [asc/desc]
Contoh :
Select * From Mahasiswa
Order by nama_mhs asc
Dimana perintah asc merupakan untuk menampilkan data
secara ascending sedangkan desc untuk menampilkan data secara descending.
Aritmatika
Perhitungan aritmatika dapat dilakukan dengan menggunakan * / + - seperti yang digunakan pada umumnya.
Macam-macam fungsi dalam SQL sebagai berikut :
*AVG
AVG digunakan untuk mencari rata-rata dari suatu artibut yang ada dengan
sintaks sebagai berikut :
select avg(atribut)
from nama_tabel
Nilai perbandingan adalah hasil dari query yang baru. Dengan contoh sebagai berikut :
Select avg (sks)
From kuliah
*MAX
MAX digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sebuah atribut yang ada
dengan sintaks sebagai berikut :
select max (atribut)
from nama_tabel
*MIN
MIN digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sebuah atribut yang ada
dengan sintaks sebagai berikut :
select min(atribut)
from nama_tabel
*COUNT
COUNT digunakan untuk menghitung banyaknya record yang ada didalam tabel
dengan kualifikasi tertentu. Yang mana memiliki sintaks sebagai berikut :
select count(*)
from nama_tabel
Yang mana tanda bintang yang ada didalam tanda kurung menyatakan bahwa atribut
yang akan dihitung jumlah recordnya adalah semua atribut yang ada didalam
table tersebut. Tapi bila kita hanya akan menghitung atribut tertentu
saja kita dapat menuliskan nama atribut itu saja seperti berikut :
select count (nama)
from mahasiswa
*SUM
SUM digunakan untuk menampilkan nilai total dari atribut numerik
dengan sintaks sebagai berikut :
select sum(atribut)
from nama_tabel
where p
*GROUP BY
Fungsi menyeleksi himpunan yang terhitung berdasarkan fungsi spesifik
seperti AVG, COUNT, atau lainya denga sintaks sebagai berikut :
Select nim, count (*)
From mahasiswa
Group by nim
*GROUP BY ..... HAVING....
Having berlaku untuk kelompok query Group by dan berfungsi seperti Where.
Hanya group yang mempunyai kriteria tersebut yang akan diproses. Berikut
ini contohnya :
Select nim, AVG (nilai)
From mahasiswa
Group by nim Having AVG (nilai) > 80
*JOIN
Join adalah tehnik yang digunakan untuk mengakses lebih dari satu tabel
dan menggabungkan hasilnya. Perhatikan contohnya dibawah ini :
Select nim, mahasiswa.nama, grade
From kuliah, mahasiswa
Where kuliah.nim = mahasiswa.nim
Membuat View dalam Database
View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.
View mengizinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View memungkinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu, dan bahkan bisa diekspor ke dalam aplikasi lain.
Membuat View
Bentuk umum untuk membuat view melalui query analyzer adalah :
Create View nama_view as select kolom_1,kolom_2,...,kolom_n from nama_tabel where predikat
Contoh :
Create view ViewMahasiswa as select nim,nama from Mahasiswa
Menjalankan View
Untuk menjalakan perintah view yang ada menggunakan perintah Select
Contoh :
Select nim, nama from ViewMahasiswa
Menghapus View
Untuk menghapus view, digunakan perintah Drop
Contoh :
Drop view ViewMahasiswa
Membuat View dengan Beberapa Tabel
Untuk membuat view dengan beberapa tabel kita dapat melakukannya dengan menggunakan sebuah join yang sederhana dengan contoh sintaks sebagai berikut ini :
Create view ViewDosenPA as
Select mhs.nim, mhs.nama, dos.nama_dosen
From Mahasiswa mhs, Dosen dos
Where mhs.Dosen_PA = dos.nip_dosen
Updating dan Insert Data dalam View
Update dapat dilakukan ke dalam view dengan memberikan nilai seperti pada insert dan update tabel. Namun perlu diperhatikan “Nol Null” option dan constraint lainnya sebelum memasukkan nilai ke dalam view.
Contoh :
Update ViewMahasiswa
Set Nama_mhs = ‘Budi’
Where Nama_mhs = ‘Andi’
Batasan Manipulasi melalui View
Pada view dapat dilakukan insert, update, serta delete dengan beberapa limitasi, yaitu :
Tidak dapat memasukkan record baru jika mengabaikan Not Null pada basis tabel dari view tersebut.
Tidak dapat melakukan insert atau update jika salah satu kolom dalam view merupakan hasil kalkulasi atau hasil nilai balik fungsi.
Tidak dapat melakukan insert, update, atau delete jika dalam view terdapat perintah Group by atau Distinct.
Stored Procedure
Stored procedure adalah kumpulan perintah SQL yang diberi nama dan disimpan di server. Stored procedure akan meningkatkan performansi database, meningkatkan sekuritas database, dan memungkinkan membuat program untuk database. Stored procedure dapat menjalakan beberapa perintah yang mana tergantung dari pendeklarasian, bisa menerima parameter input, bisa menghasilkan parameter output, bisa memanggil prosedur lain dan bisa mengembalikan nilai integer.
• Membuat stored procedure dengan mengklik kanan folder stored procedure dan mengklik new stored procedure.
• Kemudian ketik perintah pada kotak dialog yang tersedia dengan sintak sebagai berikut :
Create Procedure nama_procedure as
Begin
Select * from Mahasiswa
End
• Dalam pembuatan stored procedure ada juga prosedur dengan parameter yang dapat dilakukan dengan menentukan nama tiap tipe data parameter.
Contoh:
Create Procedure in_Mhs as (@Nama as varchar(20),@NIM as varchar(9),@Alamat as varchar(25),@Status as bit)
As begin
Select * from Mahasiswa
End
• Sedangkan untuk menjalankan stored procedure yang sudah dibuat dengan mengetikkan exec nama_procedure. Apabila memiliki parameter , maka setelah nama procedure sertakan juga dengan nilai parameter yang ada.
• Untuk mengubah stored procedure dapat menggunakan perintah Alter Procedure yang digunakan untuk mengubah isi stored procedure yang didefinisikan user cara penulisannya mirip dengan Create Procedure.
Dengan sintaks sebagai berikut :
Alter Procedure in_Mhs as (@Nama as varchar(20),@NIM as varchar(9),@Alamat as varchar (25),@Status as bit,@DosenPA as varchar(50))
As begin
Select * from Mahasiswa
End
• Untuk menghapus stored procedure dipakai perintah Drop Procedure perintah ini menghapus stored procedure yang didefinisikan user.
Dengan sintaks sebagai berikut :
Drop Procedure in_Mhs
Trigger
Trigger adalah sekumpulan perintah Transct-SQL yang mana otomatis dijalankan apabila ada perintah Insert, Delete atau Update yang dijalankan didalam tabel. Aplikasi utama dari Trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses kedalam database.
Aplikasi yang dapat dilakukan yang dapat dilakukan oleh trigger di antaranya adalah :
Membuat isi dalam kolom yang di ambil dari kolom yang lain.
Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel.
Membuat log untuk mendaftar penggunaan tabel.
Mengupdate tabel-tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif.
Bentuk umum mendeklarasikan trigger adalah :
Create Trigger nama_trigger ON nama_tabel
For Insert, Update, Delete
As
Declare
-
Pengaktifan trigger akan tergantung pada event yang dipilih :
1. For Insert : trigger aktif pada saat record baru ditambahkan
2. For Update : trigger aktif pada saat record diubah
3. For Delete : trigger aktif pada saat record dihapus
Untuk mengubah trigger yang ada dengan menggunakan perintah alter yang mana sebagai berikut :
Alter Trigger nama_trigger ON nama_tabel
For Insert, Update, Delete
As
Declare
Sedangkan untuk menghapus trigger yang sudah dibuat adalah sebagai berikut :
Drop Trigger nama_trigger
Contoh :
Create Trigger Insert_peserta on Praktikum
For Insert
As
Update kls_praktikum
Set peserta = peserta + insert.daftarprak
From kls_praktikum, Insert
Where kls_praktikum.kode_kls = insert.kode_kls
Transaksi
Transaksi adalah sebuah unit kerja logis yang berisi sekumpulan perintah. Setiap database SQL Server mempunyai sebuah log transaksi yang mencatat semua transaksi dan memodifikasi database yang dibuat transaksi. Log tersebut mendukung tiga operator :
Proses recovery dari tansaksi-transaksi tunggal. Jika sebuah aplikasi menjalankan perintah roolback atau SQL server mendeteksi sebuah kesalahan, record-record dalam log dipakai untuk kembali ke data sebelum transaksi dimulai.
Proses recovery semua transaksi yang belum selesai pada saat SQL server dimulai.
Mengembalikan database ke keadaan semula setelah terjadi kegagalan.
Sebuah transaksi harus memenuhi empat kriteria yang dikenal dengan properti ACID yaitu singkatan dari atomicity, consistency, isolation dan durability yang mana memiliki pengertian sebagai berikut :
Atomicity artinya semua modifikasi dalam sebuah transaksi dianggap sebagai satu kesatuan, semua modifikasi akan berhasil atau berhasil atau semua akan gagal.
Consistency artinya semua data dalam keada konsisten. Integritas data dijaga setelah transaksi selesai, baik berhasil atau gagal.
Isolation artinya efek dari setiap transaksi sama dengan jika hanya ada transaksi tersebut di dalam sistem, modifikasi oleh sebuah transaksi diisolasi oleh modifikasi yang dilakukan oleh transaksi lain.
Durability artinya sekali transaksi dicommit efek dari transaksi akan bersifat permanen di dalam database.
Sintaks pembuatan manajemen transaksi:
Begin tran transaction_name
Commit tran transaction_name
Rollback tran transaction_name
Begin tran menyatakan titik awal data yang diacu oleh sebuah koneksi secara logis dan secara fisik konsisten. Commit tran menyatakan titik akhir dari transaksi tersebut. Sedangkan Rollback tran untuk membatalkan transaksi yang ada bila ada kesalah dari modifikasi.
Senin, 31 Mei 2010
Vokalis Good Charlotte Pengen Jadi WNI?

Vokalis Good Charlotte Pengen Jadi WNI?
Kapanlagi.com
Kapanlagi.com - Senin, 31 Mei
Vokalis Good Charlotte Pengen Jadi WNI?
Nama Joel Madden tiba-tiba saja tenar di dunia maya, khususnya para pengguna internet di Indonesia. Bukan karena karyanya bersama band Good Charlotte ada yang baru, melainkan adanya pemberitaan bahwa sang vokalis yang juga pasangan Nicole Richie tersebut kepingin menjadi Warga Negara Indonesia. Hah?
Hal tersebut bermula dari postingan dari akun Twitter sang musisi yang diberi nama JoelMadden yang berstatus Verified Account. Di situ, ia menuliskan, "I miss INDONESIA. One day that country is going to give me honorary citizenship."
Entah apa maksud Joel memposting hal tersebut. Yang pasti postingan yang ditulis pada Minggu (30/5) siang kemarin mendapat respon positif dari para penggemarnya di Indonesia.
Sebelumnya, Joel - yang merupakan saudara kembar Benji Madden, dikenal sebagai salah satu musisi yang begitu membanggakan Indonesia. Ia bersama Good Charlotte pernah tampil di Jakarta, tepatnya di Stadion Tennis Indoor pada 24 April 2007. Dan setelah itu, Joel sempat memposting beberapa hal mengenai Indonesia di akun Twitter miliknya.
Misalnya saja ketika terjadi bom di Kuningan beberapa waktu lalu. Ia pun menulis, "Its sad news, but it wont scare me from going back to Jakarta. That place is awesome, definitely going back this year or next and Bali 2. Don't get your impression of Indonesia from the news, It is one of my favorite places in the world and the people there rule. Dumb terrorist."
JADWAL PIALA DUNIA 2010

Jadwal World Cup 2010 di RCTI/Global TV
Grup A
RCTI/Global TV 11/06/2010 Jumat 21:00 - Afrika Selatan vs Meksiko - (Soccer City, Johannesburg)
RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 01:30 - Afrika Selatan vs Uruguay - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)
RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 01:30 - Prancis vs Meksiko - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)
RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:00 - Prancis vs Afrika Selatan - (Free State Stadium, Bloemfontein)
RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 21:30 - Meksiko vs Uruguay - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)
Group B
RCTI/Global TV 12/06/2010 Sabtu 21:00 - Argentina vs Nigeria - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)
RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Korea Selatan vs Yunani - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)
RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 18:30 - Argentina vs Korea Selatan - (Soccer City, Johannesburg)
RCTI/Global TV 17/06/2010 Kamis 21:00 - Yunani vs Nigeria - (Free State Stadium, Bloemfontein)
RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Nigeria vs Korea Selatan - (Moses Mabhida Stadium, Durban)
RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 01:30 - Yunani vs Argentina - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)
Group C
RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 01:30 - Inggris vs Amerika Serikat - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)
RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 18:30 - Aljazair vs Slovenia - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)
RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 21:00 - Slovenia vs Amerika Serikat - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)
RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 01:30 - Inggris vs Aljazair - (Cape Town Stadium, Cape Town)
RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Slovenia vs Inggris - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)
RCTI/Global TV 23/06/2010 Rabu 21:00 - Aljazair vs Amerika Serikat - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)
Group D
RCTI/Global TV 13/06/2010 Minggu 21:30 - Serbia vs Ghana - (Pretoria)
RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 01:30 - Jerman vs Australia - (Moses Mabhida Stadium, Durban)
RCTI/Global TV 18/06/2010 Jumat 18:30 - Jerman vs Serbia - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)
RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 21:00 - Ghana vs Australia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)
RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Ghana vs Jerman - (Soccer City, Johannesburg)
RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 01:30 - Australia vs Serbia - (Mbombela Stadium, Nelspruit)
Group E
RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 18:30 - Belanda vs Denmark - (Soccer City, Johannesburg)
RCTI/Global TV 14/06/2010 Senin 21:00 - Jepang vs Kamerun - (Free State Stadium, Bloemfontein)
RCTI/Global TV 19/06/2010 Sabtu 18:30 - Belanda vs Jepang - (Moses Mabhida Stadium, Durban)
RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 01:30 - Kamerun vs Denmark - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)
RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Denmark vs Jepang - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)
RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 01:30 - Kamerun vs Belanda - (Cape Town Stadium, Cape Town)
Group F
RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 01:30 - Italia vs Paraguay - (Cape Town)
RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 18:30 - Selandia Baru vs Slovakia - (Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg)
RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 18:30 - Slovakia vs Paraguay - (Free State Stadium, Bloemfontein)
RCTI/Global TV 20/06/2010 Minggu 21:00 - Italia vs Selandia Baru - (Mbombela Stadium, Nelspruit)
RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Slovakia vs Italia - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)
RCTI/Global TV 24/06/2010 Kamis 21:00 - Paraguay vs Selandia Baru - (Peter Mokaba Stadium, Polokwane)
Group G
RCTI/Global TV 15/06/2010 Selasa 21:00 - Pantai Gading vs Portugal - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)
RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 01:30 - Brasil vs Korut - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)
RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 01:30 - Brasil vs Pantai Gading - (Soccer City, Johannesburg)
RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 18:30 - Portugal vs Korut - (Cape Town Stadium, Cape Town)
RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Portugal vs Brasil - (Moses Mabhida Stadium, Durban)
RCTI/Global TV 25/06/2010 Jumat 21:00 - Korut vs Pantai Gading - (Mbombela Stadium, Nelspruit)
Group H
RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 18:30 - Honduras vs Chile - (Mbombela Stadium, Nelspruit)
RCTI/Global TV 16/06/2010 Rabu 21:00 - Spanyol vs Swiss - (Moses Mabhida Stadium, Durban)
RCTI/Global TV 21/06/2010 Senin 21:00 - Chile vs Swiss - (Ellis Park Stadium, Johannesburg)
RCTI/Global TV 22/06/2010 Selasa 01:30 - Spanyol vs Honduras - (Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth)
RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Swiss vs Honduras - (Free State Stadium, Bloemfontein)
RCTI/Global TV 26/06/2010 Sabtu 01:30 - Chile vs Spanyol - (Loftus Versfeld Stadium, Pretoria)
* Jadwal bisa berubah setiap saat
Langganan:
Postingan (Atom)





